Hegemoni Syi’ah

Hegemoni IranBy Dr. Ragheb Sirjani

Translated by: Abo Hozaifah Al Atsary

Dapat dipastikan bahwa banyak dari pembaca kaget saat membaca sejarah perkembangan Syi’ah. Tentunya kami tidak menulis sejarah untuk sekedar tambah wawasan, akan tetapi agar mengambil ‘ibrah dan pelajaran, lalu dapat berinteraksi dengan berbagai krisis yang menyelimuti kita dengan cara lebih baik dan visi yang lebih jelas.

Oleh karenanya, mengabaikan sejarah tadi merupakan kejahatan terhadap generasi mendatang. Kita seakan menutup diri dari cahaya saat enggan mempelajari akar masalah ini, apalagi kita telah diperintah jauh sebelumnya untuk mempelajari kisah umat-umat terdahulu dan menerapkan pelajaran yang dikandungnya pada realita kita sekarang. Continue reading

Posted in bantahan, Sunnah, Syi'ah | Tagged , , , , , | 6 Comments

Syi’ah & Hujatan thd Sahabat Nabi

Ikhwati fillah, ada apa sebenarnya antara syi’ah dengan para sahabat? Mengapa Ahmedinejad saat menang pemilu justeru menghujat sahabat? sebagaimana yg dilansir oleh eramuslim.com… Apakah antara dia dan para sahabat ada masalah warisan, sengketa perdata, atau semisalnya?
Mengapa mereka menghujat orang-orang yang telah wafat lebih dari 1300 tahun yg lalu… Mengapa syi’ah menjadikan Umar sebagai musuh nomor satunya, lalu disusul Abu Bakar, baru kemudian Iblis?? sebagaimana dalam postingan saya yg lalu (musuh utama syi’ah) Continue reading

Posted in bantahan, Syi'ah | Tagged , , , | Leave a comment

Syi’ah=Syirik dan Bid’ah

Menyambung postingan sebelumnya ttg agama syi’ah… Tahukah Anda bahwa Syi’ah sangat tepat bila diartikan syirik dan bid’ah? mengapa bisa begitu? Lihat saja bagaimana sikap mereka kepada para imam yang diyakini makshum tsb… Bahkan bila diperhatikan, syirik mereka jauh lebih parah dari syiriknya Abu Jahal dan Abu Lahab. Keduanya tidak diragukan sebagai orang kafir dan musuh Islam, namun demikian syirik mereka masih lebih ringan… karena mereka hanya syirik ketika kondisi lapang, sedangkan saat mereka terjepit mereka hanya menyeru Allah saja. Simaklah bagaimana firman Allah ttg kaum musyrikin zaman Nabi dalam ayat berikut:

فَإِذَا رَكِبُوا فِي الْفُلْكِ دَعَوُا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ فَلَمَّا نَجَّاهُمْ إِلَى الْبَرِّ إِذَا هُمْ يُشْرِكُونَ    العنكبوت : 65

pabila mereka berada di atas kapal, mereka memurnikan doanya kepada Allah, namun setelah Allah menyelamatkan mereka, tiba-tiba mereka menyekutukan Allah (Al Ankabut: 65). Continue reading

Posted in bantahan, Syi'ah | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Musuh Utama Syi’ah

Memang, sekarang kita hidup di zaman yang penuh fitnah. Bukan zamannya yang salah, tapi manusia-nya yang membuat fitnah. Salah satu fitnah terbesar zaman ini adalah fitnah firqah-firqah sesat yang demikian gencar mendakwahkan ajaran sesat mereka. Entah dengan mengusung syi’ar-syi’ar menarik seperti ‘mengikuti ahlul bait’, atau ‘anti AS dan Isarel’, atau yang lainnya.

Di antara firqah sesat yang paling gencar berdakwah saat ini adalah Syi’ah Imamiah Itsna Asyariah yang mendapat dukungan dari Iran. Mereka tahu benar bahwa orang Indonesia memiliki ciri khas mudah dipengaruhi, apalagi bila ada iming-iming harta dan ‘wanita’ (baca: mut’ah). Mereka membuka kesempatan bagi mahasiswa Indo untuk belajar ke Qom, Iran… semuanya memang tidak pakai duit, tapi ada harga mahal yang harus dibayar setelah dia belajar ke sana… Continue reading

Posted in bantahan, Syi'ah | Tagged , , , , | Leave a comment

Kisah Para Nabi

Mukaddimah (bag. 1)

kisah para nabi

Ikhwati fillah, alangkah seringnya Al Qur’an bercerita tentang para Nabi dan umat yang terdahulu… saking seringnya, kisah mereka kadang terulang dalam beberapa versi, hingga hampir dua pertiga dari Al Qur’an sendiri adalah kisah.

Sungguh memprihatinkan pabila kita lebih suka membaca kisah-kisah fiktif yang tak lebih dari khayalan penulisnya, tapi lalai akan kisah para Nabi dan umat terdahulu yang sarat dengan hikmah dan pelajaran berharga. Apalagi bila Al Qur’an yang mengisahkan, pasti kisah tadi benar semuanya karena ia merupakan kalamullah yang tak mungkin mengandung kebatilan… bahkan lebih dari itu, Allah ‘azza wa jalla telah menyifatinya sebagai kisah terindah: Continue reading

Posted in Kisah penuh Ibrah | Tagged , , , | 3 Comments

Hakikat Revolusi Iran

الخطة الخمسينية الخمينية السرية

Inilah DOKUMEN RAHASIA sekte syiah, tentang misi jangka panjang mereka (50 th), untuk menegakkan kembali dinasti persia yang telah runtuh oleh Islam berabad-abad lamanya, sekaligus membumi-hanguskan negara-negara Ahlus Sunnah, musuh bebuyutan mereka. Dokumen ini disebarkan oleh Ikatan Ahlus Sunnah di Iran, begitu pula majalah-majalah di berbagai negara ahlus sunnah, termasuk diantaranya Majalah al-Bayan, edisi 123, Maret 1998.

Karena naskah yang tersebar adalah naskah dalam bahasa arab, maka kami terjemahkan ke dalam bahasa indonesia, agar orang yang tidak mampu berbahasa arab pun bisa memahami isi naskah tersebut.

Continue reading

Posted in bantahan, Sunnah, Syi'ah | Tagged , , , | 2 Comments

AWAS… SYI’AH MENGANCAM KITA!!!

oleh Dr. Raghib As Sirjani

seminar_syiah_semarangMayoritas kaum muslimin menilai bahwa menentukan sikap terhadap Syi’ah adalah sesuatu yang sulit dan membingungkan. Kesulitan ini terpulang kepada banyak hal….

Di antaranya karena kurangnya informasi tentang Syi’ah. Syi’ah menurut mayoritas kaum muslimin adalah eksistensi yang tidak jelas.

Tidak diketahui apa hakikatnya, bagaimana ia berkembang, tidak melihat bagaimana masa lalunya, dan tidak dapat diprediksi bagaimana di kemudian hari… Continue reading

Posted in Syi'ah | Tagged , , , | 6 Comments

Fatwa MUI Tentang Salafi

Alhamdulillah, wasshalaatu wassalaamu ‘ala Rasulillah..

Akhir-akhir ini dakwah salafiyah alias dakwah yang mengajak umat untuk kembali ke manhaj As Salafus Shalih memang semakin marak… terlepas dari sejauh mana mereka meneladani manhaj As Salafus Shalih, hal ini tentu menimbulkan reaksi baik pro maupun kontra di masyarakat kita. Continue reading

Posted in Salaf | Tagged , , | 3 Comments

Semoga Ada Baiknya…

Alkisah, di sebuah negeri antah berantah ada seorang wazir (perdana menteri) yang tiap kali mendengar musibah apa pun selalu mengatakan: “Semoga ada baiknya…”. Bila ada temannya kecelakaan dia hanya mengatakan: “Sabarlah, semoga musibah ini ada baiknya”, dan demikian pula bila diri atau keluarganya yang tertimpa musibah, ia mengatakan hal serupa.

Suatu ketika, Raja negeri tersebut terkena musibah yang mengakibatkan jarinya putus satu. Mendengar musibah tersebut, si Wazir datang menjenguk bos-nya. Lalu ia mengingatkan agar Sang Raja tidak usah kecil hati, dan menutupnya dengan kata-kata: “Semoga ada baiknya…”. Mendengar ucapan Wazirnya, Sang Raja kontan naik pitam dan menghardiknya: “Kurang ajar, bagaimana mungkin jariku yang putus kau anggap ada baiknya?!” lalu ia perintahkan para pengawal agar memenjarakan si Wazir sebagai hukuman atas kata-katanya tadi.

Wazir yang malang itu pun mendekam dalam penjara untuk beberapa lama. Hingga suatu ketika, Sang Raja pergi bersama beberapa orang pengawalnya untuk berburu di padang pasir. Saat mereka sedang istirahat, tiba-tiba ada segerombolan penyamun bersenjata lengkap yang mengepung mereka. Penyamun ini adalah orang-orang penyembah berhala yang meyakini bahwa untuk menghindari kutukan para berhala, mereka harus mempersembahkan sejumlah orang sebagai korban… dan tentunya orang-orang tersebut harus dibunuh, tapi dengan syarat ia harus sempurna fisiknya, alias tidak boleh cacat.

Maka Si Raja dan para pengawalnya terpaksa menyerah karena jumlah penyamun yang demikian banyak. Mereka pun akhirnya diperiksa satu persatu dan yang kedapatan sempurna fisiknya langsung ‘dieksekusi’ sebagai persembahan untuk para berhala… nah, setelah seluruh pengawalnya terbunuh, tinggallah Si Raja seorang diri yang cemas menanti nasibnya. Akankah ia harus mati di tangan mereka sebagaimana para pengawalnya…? Namun beruntung, sebab saat mereka memeriksanya ternyata ia tidak memenuhi syarat untuk dipersembahkan kepada para berhala… ya, sebab JARINYA PUTUS SATU!

Akhirnya mereka pergi meninggalkan Raja tersebut seorang diri. Alangkah girangnya Si Raja saat mengetahui dirinya tidak jadi dibunuh lantaran cacat pada jarinya. Ia pun segera kembali ke istana dan langsung teringat dengan kata-kata Wazirnya tempo dulu. Maka segera ia perintahkan para ajudan untuk membebaskannya dan membawanya kepadanya. Begitu Wazir tersebut menghadap Sang Raja, Raja segera menceritakan apa yang barusan dialaminya, dan mengakui kebenaran ucapan Si Wazir… lalu ia pun meminta ma’af telah memenjarakan dirinya waktu itu. Maka si Wazir mengatakan: “Ah, tidak apa-apa… semoga ada baiknya”. Raja pun heran…

“Lho, kalau musibah yang kualami memang ada baiknya bagiku karena telah menyelamatkan nyawaku di kemudian hari… namun apa baiknya kau masuk penjara selama ini?” tanyanya.

“Tentu saja ada, sebab jika Baginda tidak memenjarakanku waktu itu, pasti aku akan menyertai Baginda untuk berburu hingga aku pun pasti terbunuh bersama yang lainnya”. Jawab si Wazir.

Nah, pembaca yang budiman… ingatlah kisah ini tatkala Anda mendapat sesuatu yang tidak menyenangkan, sebab boleh jadi itu ada baiknya bagi Anda tapi Anda tidak tahu.

وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ [البقرة/216]

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui (Al Baqarah: 216).

Posted in Kisah penuh Ibrah | Tagged | 7 Comments

Kisah Taubatnya 3 Wanita Syi’ah

شيعةخبيثشرك

بسم الله الرحمن الرحيم
Bismillahirrahmaanirrahiem, semoga shalawat dan salam tercurah atas Nabi dan Rasul termulia, junjungan kami Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam, beserta keluarga dan para sahabatnya.

Ya Allah, kepada-Mu kami berlindung, kepada-Mu kami memohon pertolongan dan kepada-Mu kami bertawakkal. Engkaulah Yang Memulai dan Mengulangi, Ya Allah kami berlindung dari kejahatan perbuatan kami dan minta tolong kepada-Mu untuk selalu menaati-Mu, dan kepada-Mu lah kami bertawakkal atas setiap urusan kami.

Semenjak lahir, yang kutahu dari akidahku hanyalah ghuluw (berlebihan) dalam mencintai Ahlul bait. Kami dahulu memohon pertolongan kepada mereka, bersumpah atas nama mereka dan kembali kepada mereka tiap menghadapi bencana. Aku dan kedua saudariku telah benar-benar meresapi akidah ini sejak kanak-kanak. Continue reading

Posted in Syi'ah | Tagged , | 30 Comments